Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Thursday, September 29, 2011

Malam Ini, Lab Luar Angkasa China Diluncurkan


Pemerintah China akan meluncurkan laboratorium luar angkasa pada Kamis 29 September 2011. Lab ini nantinya akan digabungkan dengan pesawat luar angkasa yang membawa beberapa serta astronot.

Dilansir dari BBC, lab luar angkasa China bernama Tiangong-1 ini akan diluncurkan malam ini antara pukul 21.16 dan 21.31 waktu setempat, di pusat peluncuran satelit Jiuquan, provinsi Gansu. Untuk peluncuran lab ini, China menggunakan roket Long March 2F.

Tiangong-1 akan diluncurkan tanpa awak untuk peluncuran kali ini. Astronot atau di China disebut yuhangyuans akan diluncurkan ke lab ini pada tahun depan. Tiangong-1 akan berada sekitar beberapa ribu kilometer di orbit bumi.

Lab berbobot 8 ton dan memiliki panjang 10,5 meter ini akan beroperasi secara otomatis. Tiangong yang artinya istana surga ini adalah rangkaian pertama dari beberapa rangkaian fasilitas luar angkasa lainnya yang akan diterbangkan selanjutnya.



Foto Tian’ Gong 1
Dalam beberapa minggu lagi, China akan meluncurkan pesawat luar angkasa nirawak Shenzhou 8 untuk digandengkan dengan Tiangong-1. Penggandengan dua fasilitas luar angkasa dengan bobot belasan ton ini akan menggunakan teknologi Rusia.

Jika semua rencana berjalan mulus, dua misi luar angkasa dengan awak, Shenzhou 9 dan 10, akan diluncurkan tahun depan. Para astronot dijadwalkan tinggal di fasilitas ini selama lebih dari dua minggu.

Program lab luar angkasa ini adalah tahap kedua dari tiga tahap ambisi teknologi luar angkasa China. Tahap pertama adalah sistem kapsul Shenzhou pada tahun 2003. Saat ini, China tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan astronot berjalan di udara. Tahap terakhir dari program ini adalah pembangunan stasiun luar angkasa.

China menargetkan pembangunan stasiun luar angkasa seberat 60 ton. Stasiun China ini jauh lebih ringan dibandingkan stasiun luar angkasa internasional yang dioperasikan AS, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang, yang berbobot 400 ton.

( Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/251119-lab-luar-angkasa-china-diluncurkan-malam-ini )

Saturday, September 24, 2011

Puing Satelit NASA Telah Hantam Bumi


NASA memastikan Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) telah memasuki atmosfer Bumi. Lokasi UARS diperkirakan di wilayah Kanada.

Menurut keterangan resmi NASA melalui akun resmi Twitter-nya, badan antariksa Amerika Serikat ini menyatakan, puing satelit kemungkinan besar jatuh di wilayah Kanada. “Jika puing jauh kemungkinan Kanda menjadi tempat jatuhnya puing, “ tulis @NASA.

Namun karena puing satelit ini masih merupakan milik Negara, siapa pun yang menemukan puing satelit ini harap mengembalikannya ke pemerintah AS, lanjutnya. “Puing UARS telah jatuh ke Bumi antara Jumat (23/9) pukul 23.23 waktu setempat hingga Sabtu (24/9) 01.09 waktu setempat,” tulisnya lagi.

Meski begitu, NASA menyatakan lokasi serta kapan tepatnya puing satelit jatuh belum bisa dipastikan. Indonesia sendiri terbebas risiko kejatuhan puing UARS karena sejak pagi, satelit tersebut tak melintasi wilayah udara Indonesia.

Lokasi akurat kejatuhan satelit ini sendiri baru bisa diketahui dua jam sebelum menghantam Bumi. “Posisi tumbukan baru bisa diketahui dua jam sebelum menumbuk Bumi,” ujar Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Prof. Dr. Thomas Djamaluddin.

( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1777946/puing-satelit-nasa-telah-hantam-bumi )

Friday, September 16, 2011

Astronom Temukan Planet dengan 2 Matahari


Bagi penggemar film Star Wars Saga tentu ingat dengan pemandangan di Planet Tatooine di film Star Wars yang mempunyai dua matahari. Di dunia nyata ternyata planet tersebut benar-benar nyata.

Para astronom mengatakan planet, bernama Kepler-16b, berhasil ditemukan dengan keunikan mempunyai dua matahari kembar. Planet yang terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang mirip dengan Saturnus.

Dan ditemukan saat para astronom itu sedang mengamati ketika pesawat NASA Kepler sedang melintas di depan matahari kembar. Demikian yang dilansir Guardian, Jumat (16/9/2011).

Suhu di planet Kepler-16 itu sendiri berkisar dari -70C ke -100C. Suhu yang dingin membuat yang dimungkinkan karena meski memiliki dua matahari, ukuran kedua bintang induk tersebut jauh lebih kecil dibanding Matahari kita dan memancarkan energi yang lebih kecil.

Alan Boss, seorang peneliti di Carnegie Institution for Science di Washington DC dan anggota tim yang menemukan Kepler-16b, berkata: "Anda tidak akan mendapatkan cahaya matahari konstan karena dua bintang begitu dekat bersama-sama."

"Mereka akan datang bersama-sama dalam sebuah gerhana setiap 20,5 hari dan kemudian bergerak terpisah lagi Seperti pemisahan mereka meningkat, mereka akan turun pada waktu yang berbeda," tambahnya.

Boss lebih optimis tentang Kepler-16b, meskipun tidak mungkin dihuni. "Penemuan ini menakjubkan. Sekali lagi, Apa yang digunakan untuk menjadi fiksi ilmiah telah berubah menjadi kenyataan," katanya.

(Sumber: http://techno.okezone.com/read/2011/09/16/56/503478/ditemukan-planet-dengan-2-matahari )

Tuesday, September 13, 2011

Apa Isi dari Inti Bumi Kita?


Orang bisa berkhayal suatu saat nanti, manusia bisa melancong dengan bebas ke planet tetangga. Namun, melancong ke inti Bumi merupakan suatu kemustahilan.

Menjelajah kedalaman laut atau hutan tak tertembus termasuk hal yang masih mungkin dilakukan namun tak begitu dengan menjelajah inti Bumi. Pengeboran terkeras hanya mampu menembus di kedalaman 12 km dan itu hanya 0,2% radius Bumi.

Setelahnya, panas tinggi akan menyerang dan membuat apa pun meleleh. Tekanan dan suhu ekstrim interior planet ini permanen jauh dari jangkauan. Karenanya, Bumi selalu memiliki ‘keajaiban’ yang mampu mempesona manusia.

Inti Bumi sendiri memerankan pusat di banyak kosmologi dan kepercayaan tradisional. Terbaru, sedikit demi sedikit sains mulai memahaminya. Berikut pandangan kronologis pemahaman evolusi manusia dari dunia panas di bawah kaki manusia.

Lubang Neraka
Pandangan tradisional yang banyak menyebar menyatakan, inti Bumi adalah danau api tempat orang jahat tinggal untuk selamanya atau biasa disebut neraka. Mengabaikan sisi kehidupan setelah meninggal, penggambaran neraka yang ada akurat dengan inti Bumi.

Mengejutkan memang, banyak keyakinan dan kosmologi menggambarkannya dengan benar, yakni berupa letusan gunung api yang bisa disajikan di budaya kuno dengan pandangan menakutkan api neraka. Pada kenyataannya, belerang yang menjadi metafora Neraka di Injil Krister hanyalah sejenis batu yang biasa ditemukan di gunung api.

Kura-kura dunia
Banyak budaya Asia Timur dan Amerika asli tak menggambarkan interior Bumi seperti neraka. Gantinya, mereka menggambarkannya sebagai kura-kura raksasa yang disebut ‘kura-kura dunia’. Kura-kura ini menopang Bumi di punggungnya.

Beberapa variasi mitos ini menyebutkan, kura-kura ini diganti gajah dalam mitos Hindus namun beberapa sejarawan menggambarkan, dunia berada di atas punggung gajah yang berdiri di atas kura-kura. Awal mulanya di 1931, antropolog Frank Speck mempelajari mitos ini dari Delaware India yang meyakini kura-kura mewakili sifat tekun dan panjang umur.

Fisikawan Stephen Hawking memiliki anekdot terkenal mengenai mitos ini yakni, kura-kura berdiri di punggung kura-kura lain yang berdiri di kura-kura lainnya lagi dan semuanya adalah kura-kura.

Inti emas
Geolog Bernard Wood dari University of Oxford memperkirakan, ada 1,6 kuadriliun ton emas di inti Bumi dan jumlah ini cukup untuk menyelimuti permukaan planet dengan emas setebal 0,5 meter. Menurutnya, jumlah emas yang ada enam kali lebih banyak dari platina, nikel, niobium, dan elemen besi lainnya.

Hipotesa geolog ini muncul setelah ia meneliti konten besi pada meteorit yang serupa ‘planetismal,’ benda langit kecil bertubrukan pembentuk Bumi. Wood menemukan banyak emas pada meteorit ini.

Lapisan bawang
Kerak Bumi seolah membisikkan rahasia apa yang ada di bawahnya. Saat ada gempa, gelombang seismic memantul melewati Bumi dan memantulkan kerak, mantel, inti luar dan dalam kemudian terekam seismogram di seluruh dunia. Kemudian, ilmuwan melacak ulang untuk membuat peta interior Bumi.

Hasilnya, ditemukan sebuah bola besi dan nikel solid di intinya. Meski diyakini memiliki suhu 5.500C, inti Bumi juga memiliki tekanan tinggi yakni lebih dari tiga juta kali atmosfer permukaan planet ini. Tekanan ini akan membuat suhu pada titik besi meleleh.

Menurut geolog Caltech David Stevenson, lapisan cairan terluar sebesar 95% total volum inti. Mantel terletak pada 3.500 km di luar inti Bumi. Batu tebal ini menyumbang 84% total volume planet dan mantel ini dilapisi kerak tipis tempat tinggal manusia.

Bola Kristal
Bukti menunjukkan, inti Bumi bukanlah bagian homogeny. Ilmuwan menyadari gelombang seismic yang melewati inti lebih cepat dari satu kutub ke lainnya. Artinya, inti Bumi memiliki struktur yang berbeda arah satu sama lain. Para ahli yakin, hal ini disebabkan karena inti Bumi terbuat dari kristal yang tertata kutub magnet Bumi.

Geofisikawan Ronald Cohen dari Carnegie Institute menemukan, gelombang horizontal dan vertical membuat atom nikel dan besi tercampur dua jenis kristal yang membuatnya memiliki struktur heksagonal dan kubus. Menurut Cohen, kristal ini mungkin ditata berlawanan di inti Bumi tempat tekanan tertinggi. Lebih jauh, “Mungkin ada cairan di antaranya”.

Hutan terlarang
Geolog Jepang Kei Hirose baru-baru ini melakukan percobaan mereplika kondisi di inti Bumi dalam skala kecil di lab. Menggunakan catok, alat seperti penjepit, ia memanaskan besi nikel pada suhu 4.500 Celsius dan tekanan atmosfer tiga juta kali. Berdasarkan apa yang terjadi, ia menyatakan, kristal dalam inti Bumi setinggi 10 km. Hirose pun menggambarkannya sebagai ‘hutan kristal’.

( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1773214/apa-isi-dari-inti-bumi-kita )

Saturday, September 10, 2011

NASA Merilis Foto-foto Dari Lokasi Pendaratan Manusia di Bulan

Pernahkah manusia mendarat di Bulan? Itu pertanyaan yang bertahun-tahun lamanya muncul dan diperdebatkan oleh mereka yang mempercayai teori konspirasi.

Tapi apakah foto-foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) masih akan memberi ide baru bagi para penganut teori konspirasi dan mereka yang suka sekali dengan hoax tentang pendaratan di Bulan?

Pendaratan di Bulan tidak hanya terjadi sekali saja. Setidaknya ada 5 kali pendaratan di Bulan setelah Apollo 11. Misi pendaratan terakhisr adalah Apollo 17 sementara misi Apollo 13 gagal dan perencanaan misi Apollo 18,19 dan 20 dibatalkan.

Foto-Foto dari Bulan
Wahana pengorbit bulan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang diluncurkan pada tahun 2009, bertugas untuk melakukan pemetaan di Bulan.

LRO dalam misinya ini memotret tiga lokasi yang berasal dari pendaratan Apollo 12, 14 dan 17 dari angkasa. Citra yang diambil sangat tajam dan menujukkan jalur perjalanan astronot saat menjelajah permukaan Bulan.



Citra dari lokasi pendaratan Apollo 17 di Bulan yang diambil LRO.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)

Di lokasi pendaratan Apollo 17, jejak yang ditinggalkan rover bulan terlihat sangat jelas. Tampak juga jejak kaki terakhir yang ditinggalkan dari astronot Eugene Cernan dan Harrison Schmitt.

Tak hanya itu, citra yang diambil LRO juga menunjukkan lokasi tempat diletakannya beberapa instrumen ilmiah oleh para astronot yang kemudian menjadi mata bagi manusia untuk melihat dan mengenali interior dan lingkungan Bulan.

Dari citra yang dihasilkan LRO, para peneliti masa kini bisa menelusuri kembali jejak para astronot dengan sangat jelas untuk mengetahui dimana mereka mengambil contoh-contoh dari Bulan.

Dari tiga citra berbeda yang diambil LRO, tampak jejak di tanah tipis saat astronot keluar dari modul pndaratan dan mulai menjelajah dengan berjalan kali.

Pada citra Apollo 17, jejak perjalanan para astronot termasuk di dalamnya jalur terakhir yang dibuat oleh manusia di Bulan bisa dengan mudah dibedakan dari jejak ganda yang ditinggalkan oleh rover Bulan, yang diparkir di area timur pendaratan.

Citra yang dihasilkan LRO, diambil dengan Narrow Angle Camera yang memiliki ketajaman luar biasa untuk memotret permukaan Bulan dari ketinggian rendah.

Pada setiap lokasi, ada jejak menuju ke arah barat pendaratan. Di tempat tersebut, astronot menempatkan Apollo Lunar Surface Experiments Package (ALSEP) yang digunakan untuk memantau interior dan lingkungan Bulan.

Peralatan yang satu ini merupakan bagian penting dalam semua misi Apollo karena ia memberikan pandangan awal dari struktur internal Bulan, mengukur tekanan permukaan Bulan dan komposisi atmosfernya.

Untuk kasus Apollo 11, saat itu ia membawa versi lebih sederhana dari paket sains untuk dibawa ke Bulan. Hal ini mengingat Apollo 11 merupakan awal dari pendaratan di Bulan.



Citra dari lokasi pendaratan Apollo 12 di Bulan.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)

Salah satu detil yang ada pada citra adalah bentuk L dalam foto Apollo 12. Bentuk L tersebut menandai lokasi kabel dari stasiun utama ALSEP ke 2 instrumennya.

Meskipun kabel sangat kecil untuk bisa dilihat langsung namun mereka bisa tampak karena dapat memantulkan cahaya dengan sangat baik.

Untuk foto yang diambil dari lokasi pendaratan Apollo 14,tampak juga jejak yang ditinggalkan oleh Alan Shepard dan Edgar Mitchell saat berjalan di Bulan.

Misi ini juga dikenal karena Alan Shepard saat berjalan di bulan yang ke-2 ia “bermain” golf aka memukul 2 buah bola golf. Selain itu tahap ketika modul Antares turun di Bulan juga tampak dalam foto yang diambil LRO.



Lokasi pendaratan Apollo 14 di Bulan. Tampak lokasi turunnya modul Antares dan jejak perjalanan astronot.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU

Manuver LRO
Bagaimana LRO bisa mengambil foto sedemikian jelas? Resolusi tinggi yang dihasilkan juga diperkirakan karena penyesuaian yang dibuat pada orbit LRO yang dibuat sedikit oval atau elips tanpa merubah tinggi rata-rata.

Akibatnya, bagian terendah orbit berada pada sisi yang diterangi Matahari. Pada posisi ini LRO bisa mengambil foto dengan sangat jelas.

Manuver itu membawa LRO turun dari ketinggian standarnya yakni 50 km ke ketinggian 21 km saat ia melintasi permukaan Bulan.

Wahana LRO berada pada orbit ini selama 28 hari sehingga akan cukup untuk menyelesaikan 1 rotasi dan mengambil keseluruhan permukaan Bulan dengan kamera sudut lebar. Siklus tersebut sudah berakhir dan kini LRO kembali ke ketinggian 50 km lagi.

Apa Dampaknya?
Dari kacamata sains, citra yang didapat sangat pernting karena foto-foto ini memberi informasi ciri fotometri Bulan. Salah satunya mengapa tampak gelap?

Inilah yang menjadi pertanyaan untuk dijawab. Alasan lebih praktis, foto-foto ini sekaligus menunjukkan dengan tepat area dimana contoh dari Bulan diambil.

Citra yang lebih tajam juga memberi petunjuk bagi para astronom untuk mengidentifikasi perkakas yang ditinggalkan disana sebelum mereka meninggalkan Bulan.

Dan bagi mereka yang tertarik dengan bendera yang dikibarkan oleh misi Apollo, akan sulit untuk bisa melihat bendera itu “masih ada disana” setelah lewat beberapa dekade.

Lokasi tempat bendera itu ditancapkan jelas masih ada. Namun suhu ekstrim panas dingin dan juga lingkungan yang dihujani sinar ultraungu mungkin tidak akan meninggalkan apapun dari bendera yang terbuat dari nilon tersebut. Kalau pun masih ada mungkin bentuknya sudah compang camping.

( Sumber: http://www.apakabardunia.com/2011/09/foto-foto-dari-lokasi-pendaratan.html )

Tuesday, August 16, 2011

10 Objek Terunik yang Pernah Dikirim ke Ruang Angkasa


Pada 5 Agustus lalu, NASA meluncurkan pesawat Juno, yang ketika mencapai Jupiter pada tahun 2016, akan mengorbit planet tersebut selama satu tahun bumi untuk mempelajari atmosfernya sebelum mencapai permukaan. Nah, turut serta dalam pesawat ruang angkasa adalah tiga patung mainan Lego: Jupiter, sang raja para dewa Romawi; Juno, salah satu istrinya; dan salah satu astronom, Galileo Galilei. Penempatan objek ini merupakan bagian dari kemitraan antara NASA dan kelompok LEGO untuk menginspirasi anak-anak dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Piringan Emas


Sejak tahun 1977, yakni ketika pesawat NASA Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan ke ruang angkasa, setiap bentuk yang punya potensi kehidupan dan punya kemampuan mendengar, punya akses terhadap suara-suara yang ada di bumi. Apa saja isi rekaman tersebut? Suara tersebut antara lain terdiri dari musik dari berbagai budaya dan era, suara alam dan suara buatan manusia (yaitu, ciuman antara ibu dan anak, suara hujan, angin dan surfing), semua ada dalam 12-inci cakram tembaga berlapis emas. Isi dari rekaman ini dipilih oleh sebuah komite yang diketuai oleh Carl Sagan, juga mencakup sebuah pesan dari Presiden Jimmy Carter dan 115 gambar yang dikodekan dalam bentuk analog.

3. Artefak dari Jamestown


Artefak ini ditemukan dari dasar sumur oleh para arkeolog yang meneliti koloni di Jamestown, Virginia, Bongkahan bertulisan “Yames Towne" ini kemungkinan pernah melekat pada peti pengiriman barang. NASA menempatkan artefak ini bersama dua set koin di kapal pesawat ulang-alik Atlantis untuk misi Maret 2007, dalam rangka memperingati Jamestown yakni pemukiman pertama orang Inggris di Amerika.

4. Perangko Kontroversial


Apollo 15, yang diluncurkan pada tahun 1971, terkenal karena menjadi yang pertama untuk menggunakan kendaraan beratap terbuka, yang dikenal sebagai Lunar Roving Vehicle. Namun misi itu juga terkenal oleh para astronotnya yang terlibat kontroversi setelah mendarat. Para astronot tersebut ketahuan membawa souvenir yang tidak sah yakni hampir 400 perangko, yang bermaksud mereka jual pada saat kembali ke bumi. Insiden ini mendorong NASA untuk mengambil tindakan disipliner terhadap para astronot dan membuat aturan baru tentang apa yang bisa dibawa ke ruang angkasa.

5. Lightsaber Milik Luke Skywalker


Penggemar Star Wars tentu sudah tidak asing dengan pedang lightsaber milik Luke Skywalker. Properti dari film Return of The Jedi ini ikut ke ruang angkasa bersama pesawat ulang alik Discovery dalam rangka merayakan ulang tahun ke 30 dari rilis Star Wars 1977. Lightsaber tersebut diantar ke bandara California oleh orang berpakaian seperti Chewbacca, diterbangkan ke Houston, bertemu di sana dengan orang-orang berkostum Star Wars, dipajang sebentar di Johnson Space Center, diterbangkan ke Cape Canaveral, kemudian meluncur ke ruang angkasa dan kembali ke bumi.

6. Abu Pemeran Star Trek


James Doohan, yang memainkan Scotty dalam serial televisi Star Trek versi original (dan juga membintangi 7 film layar lebar Star Trek), menginginkan abu jenazahnya ditembakkan ke ruang angkasa, sebuah proses yang nampak lebih sederhana dibandingkan sebenarnya. Pada Mei 2007, pesawat sempat terbang singkat selama beberapa menit sebelum kemudian jatuh ke padang pasir New Mexico bersama abu 199 orang lainnya. Setahun kemudian, dalam usaha lanjutan untuk mengirim abu Doohan ke angkasa, sebuah roket yang membawanya meledak di atas Samudera Pasifik. Doohan sendiri ingin mengikuti jejak pencipta Star Trek yakni Gene Roddenberry, yang abunya ditembakkan ke angkasa pada misi tahun 1992 dan 1997, hanya saja sayangnya Doohan kurang beruntung..

7. Koin Grissom


Pada Juli 1961, astronot Gus Grissom menjalankan Proyek Merkurius, yang merupakan program human-spaceflight pertama di AS. Grissom berangkat membawa beberapa barang yakni 50 koin, tiga lembar uang 1 dollar, beberapa model kapsul kecil, dan dua pasang badge pilot, yang semuanya dianggap lebih berharga karena telah melakukan perjalanan ke ruang angkasa. Penerbangannya sukses, namun mengalami masalah saat mendarat di Samudera Atlantik, yakni ketika Grissom sadar bahwa souvenir yang dibawanya terlalu berat. Grissom nyaris tenggelam, namun berhasil menyelamatkan diri. Pesawat Liberty Bell sendiri tenggelam, namun berhasil ditemukan 30 tahun kemudian, bersama dengan koin-koin yang pernah dibawanya.

8. Stik dan Bola Golf


Menjelang akhir penjelajahannya bersama Apollo 14, astronot Alan Shepard menginformasikan kepada NASA bahwa ia membawa stik golf dan juga beberapa bola. Setelah beberapa ayunan tidak berhasil, karena baju astronot yang berat, akhirnya ia dapat mendorong salah satu bola sejauh bermil-mil." Sekembalinya ke bumi, Shepard menyumbangkan stik golf tersebut ke asosiasi golf AS. Stik golf pada gambar diatas merupakan replica dari yang dia berikan kepada National Air and Space Museum di Washington, DC.

9. Potret Keluarga


Bagi Charles Duke, tidak cukup ia menjadi orang termuda yang pernah berjalan di bulan ketika ia menjadi pilot Apollo 16 pada tahun 1972. Untuk menancapkan jejaknya di angkasa, Duke memutuskan untuk meninggalkan potret keluarganya (Duke, Dotty istrinya dan anak-anaknya nya Charles dan Tom) di permukaan bulan. Dan untuk memastikan bahwa semua orang tahu tentang hal itu, Duke mengambil gambar foto dengan kamera Hasselblad 70-mm miliknya . Bagian belakang foto, yang dikemas dalam foil transparan, berbunyi: "Ini adalah keluarga Astronaut Duke dari Planet Bumi Mendarat di Bulan, April 1972."

10. Buzz Lightyear dari Toy Story


Buzz Lightyear, sosok astronot dalam film Toy Story, terbang ke angkasa pada tahun 2008 bersama Discovery. Buzz Lightyear sempat tinggal di International Space Station selama lebih dari 450 hari sebelum mendarat kembali ke bumi pada 11 September 2009. Kesertaan Buzz Lightyear di ruang angkasa ini terkait dengan pembukaan Toy StoryMania Toy, sebiah atraksi di Disney World dan Disneyland.

http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/08/10-objek-terunik-yang-pernah-dikirim-ke.html

Monday, June 27, 2011

27 Juni 2011, Asteroid Besar Dekati Bumi



Sebuah asteroid baru saja terdeteksi sedang dalam perjalanan menuju ke Bumi. Untungnya, diperkirakan, pada titik terdekatnya yakni pada 27 Juni mendatang, asteroid berukuran sebesar rumah itu hanya akan melintas di dekat Bumi dengan jarak 17.700 kilometer.

Sebagai informasi, jarak 17.700 kilometer merupakan jarak yang sangat dekat, yakni 23 kali lipat lebih dekat dibanding jarak Bumi ke Bulan.

Dekatnya jarak dan besarnya asteroid yang diberi nama 2011 MD itu akan memungkinkan para pengamat langit yang menggunakan teleskop kecil sekalipun dapat melihatnya. Adapun titik terdekat asteroid dengan Bumi akan terjadi pada pukul 13:26 GMT atau sekitar 20:26 WIB.

Dikutip dari Universe Today, asteroid 2011 MD baru saja ditemukan pada 22 Juni kemarin oleh LINEAR, sepasang teleskop robotik yang ada di New Mexico, Amerika Serikat. Teleskop ini mampu memindai kawasan langit untuk menemukan asteroid yang berada di dekat Bumi.

Saat ini, asteroid 2011 MD diperkirakan memiliki ukuran lebar antara 9 sampai 45 meter. Menurut Emily Baldwin, astronom dari Astronomy Now, asteroid ini tidak membahayakan kehidupan di Bumi.

“Tidak ada potensi bahwa ia akan menghantam Bumi,” kata Baldwin. “Kalaupun ia masuk ke atmosfir, ia akan habis terbakar dan terpecah-pecah menjadi serpihan-serpihan kecil,” ucapnya.



sumber:
http://teknologi.vivanews.com/news/read/229037-27-juni-2011--asteroid-besar-dekati-bumi

Friday, June 24, 2011

Terungkap Dua Rahasia Perilaku Terbesar Semesta


New Haven – Astronom Amerika Serikat (AS) melakukan studi terbaru pada semesta. Tak disangka, astronom menemukan hal yang sangat mengejutkan. Apa itu?

Para astronom menemukan, galaksi di semesta memiliki perilaku ‘terbangun’ atau ‘tertidur’. Galaksi ‘terbangun’ sangat aktif membentuk bintang, sementara galaksi ‘tertidur’ tak membentuk satu pun bintang baru.

Astronom mengetahui galaksi di semesta terdekat masuk dalam salah satu kondisi ini. Namun survei baru semesta jauh menunjukkan, galaksi muda di kejauhan 12 miliar juta tahun cahaya juga berada di kondisi terbangun atau tertidur.

Artinya, galaksi memiliki perilaku semacam ini selama lebih dari 85% dari sejarah semesta.
"Faktanya, melihat galaksi muda di semesta jauh telah mati merupakan hal menakjubkan," ujar pemimpin studi Kate Whitaker seperti dikutip keterangan Yale University.

Tak banyak galaksi berada dalam kondisi di antara kondisi ini, lanjut astronom Yale Pieter van Dokkum yang juga tergabung dalam studi ini. "Penemuan ini menunjukkan betapa cepatnya galaksi masuk ke salah satu kondisi, dari aktif membuat bintang menjadi mati," katanya.

"Selanjutnya, kami berharap bisa menentukan apakah galaksi bisa masuk antar kondisi sesukanya. Kami sangat penasaran mengetahui seberapa lama galaksi tertidur,” tutupnya.

http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/06/terungkap-dua-rahasia-perilaku-terbesar.html

Saturday, June 18, 2011

Cara Black Hole Memakan (Menghisap) Bintang dan Benda-benda Angkasa




Astronom yang mengira berhasil memecahkan misteri kilatan tak biasa di galaksi jauh mengatakan, kilatan itu berasal dari lubang hitam masif yang melahap bintang. Seperti apa?

Energi luar biasa itu pertama kali dideteksi satelit Swift NASA pada 28 Maret lalu. Kemudian, keberadaan energi ini dipastikan pesawat luar angkasa dan teleskop di Bumi. Awalnya, beberapa ilmuwan mengira kilatan itu merupakan ledakan sinar Gamma dari bintang jatuh.


Namun, kilatan dari bintang jatuh biasanya hanya bertahan beberapa jam saja. Pada kilatan ini, kilatan tak menghilang melainkan terus mengilat berlanjut menjadi lebih terang dan memancarkan radiasi energi tinggi beberapa bulan kemudian.


Setelah meneliti data, ilmuwan menyimpulkan, bintang berukuran tak terduga seukuran matahari terhisap lubang hitam kuat. Saat lubang hitam menghisap bintang, terpancar sinar energi ke Bumi yang terekam teleskop. ‘Pesta bintang’ ini terjadi di jantung galaksi 3,8 miliar tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sekitar enam triliun mil).


“Jelas kejadian berbeda dari yang pernah kita lihat,” kata astronom Joshua Bloom di University of California, Barkeley yang mengklasifikasikan peristiwa langka ini.


Lubang hitam sendiri merupakan inti super padat berputar dari galaksi yang menghisap apa pun di sekitarnya.


Hingga kini, cara tumbuh besarnya masih menjadi misteri. Ilmuwan mengira, observasi terbaru ini bisa membantu memahami cara terbentuknya galaksi. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Science.






http://cinta-syamsudin.blogspot.com/2011/06/cara-black-hole-memakan-menghisap.html

Thursday, June 16, 2011

Foto Gerhana Bulan di Berbagai Belahan Dunia

Gerhana bulan total berlangsung pada Kamis (16/6) dini hari tadi. Penduduk dari berbagai belahan dunia tidak ingin melewatkan momen tersebut.

Inilah gambar gerhana bulan dari berbagai belahan dunia.




Gerhana bulan tampak setengah di langit Belgrade, Serbia, Rabu (15/5).




Bulan muncul di balik Patung Liberti di Liberty State Park, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (15/6).






Gerhana bulan terlihat di Atomium di Brussel, Belgia, Rabu (15/6).






Warga Macedonia menyaksikan bersama gerhana bulan di pusat kota Skopje, Macedonia, Rabu (15/5).






Gerhana bulan terlihat dari balik patung Pasukan Penunggang Kuda di Rawalpindi, Pakistan.






Gerhana bulan terlihat dari balik pantung Dewa Kebebasan di Three Powers Square, Brasilia, Brazil






Bulan memunculkan wajahnya di balik Gereja Ayios Nickolaos selama gerhana bulan di Nicosia, Siprus, Rabu (15/5)




Bayangan selama gerhana bulan yang terlihat di Skopje, Macedonia, Rabu (15/5).

http://www.todaypos.com/foto-gerhana-bulan-di-berbagai-belahan-dunia.html

Monday, May 23, 2011

Daftar 10 Nama-nama Planet Tata Surya Terbaru Galaksi Bima Sakti


Daftar 10 Nama-nama Planet Tata Surya Terbaru Galaksi Bima Sakti - Tim Astronomi internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Selandia Baru yang berasal dari Universitas Massey, Wellington, Australia berhasil mengungkap penemuan 10 Planet baru di Galaksi Bima Sakti dengan menggunakan sebuah perangkat lunak (software) di Universitas Massey. Kesepuluh pelanet baru tersebut mengambang di galaksi angkasa bima sakti. Menurut Ian Bond, seorang Astro Fisika, planet-planet itu diyakini berjarak sekitar dua-pertiga dari pusat galaksi atau sekitar 25.000 tahun cahaya. Sedangkan ukuran dari ke sepuluh pelanet baru ini hampir sama dengan besar ukuran planet Jupiter.

10 planet ini, jika dilihat dengan menggunakan mata pelanjang alias tanpa menggunakan teropong bintang, planet-planet yang kesepuluh ini akan menjadi gelap gulita karena planet tersebut tidak memancarkan cahaya. Planet baru ini bisa saja dikeluarkan dari sistem surya karena pertemuan gravitasi yang dekat degan planet lain atau bintang. Kemungkinan besar planet ini baru tumbuh dari keruntuhan bola gas dan debu, tapi tidak memiliki massa untuk menyalakan bahan bakar dan menghasilkan cahaya bintang sendiri.

Daftar 9 Nama-nama Planet Tata Surya baik nama planet terkecil maupun nama planet terbesar atau yang paling besar yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Dari kesembilan planet tersebut ylanet Yupiter merupakan planet yang paling terbesar.

http://www.infogue.com/viewstory/2011/05/22/daftar_10_nama_nama_planet_tata_surya_terbaru_galaksi_bima_sakti/?url=http://www.tengkukhairil.com/2011/05/daftar-10-nama-nama-planet-tata-surya.html

Sunday, May 22, 2011

Tahukah Anda Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik?

Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik – Washington : Bumi selalu berputar dari barat ke timur, sehingga matahari terbit dari timur. Namun tak semua planet berotasi ke arah timur. Beberapa di antaranya berputar ke arah sebaliknya.


Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik?
Dari sekitar 500 planet yang terdeteksi mengelilingi bintang selain Matahari, sebagian besar planet itu tampaknya berputar dengan arah yang sama dengan bintangnya. Lewat laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, para astronom menyatakan sejumlah planet extrasolar berotasi dalam arah yang berlawanan dengan bintang yang mereka kelilingi.

Planet aneh yang berputar ke belakang ini umumnya planet gas raksasa, seperti Jupiter, bukan planet batu bulat, seperti Bumi. Selain rotasinya yang berputar ke belakang–yang oleh para astronomi disebut orbit terbalik–planet-planet besar ini berada dekat dengan bintang mereka, berbeda dengan Jupiter, yang berada 778 juta kilometer dari Matahari, lebih dari lima kali lipat jarak Bumi ke Matahari.

“Ini benar-benar aneh, dan itu makin ganjil lagi karena planet tersebut begitu dekat dengan bintangnya,” kata Frederic Rasio dari Northwestern University. “Bagaimana mungkin dia berotasi ke arah sebaliknya dan mengorbit ke arah yang berbeda? Ini gila, melanggar gambaran dasar kami tentang formasi bintang dan planet.”

Para astronom telah lama memegang teori bahwa planet gas raksasa terbentuk jauh dari matahari mereka, sedangkan planet batu, seperti Bumi, lahir lebih dekat. Tapi, hanya karena planet gas itu terbentuk jauh dari pusat sistem planet, kata Rasio dan timnya, bukan berarti planet tersebut tinggal di sana.

Ketika sistem planet berisi lebih dari satu planet, setiap planet memiliki gaya gravitasinya sendiri, menyebabkan planet-planet berinteraksi dan akhirnya menarik planet gas raksasa itu mendekat ke arah bintangnya, bahkan membalik orbitnya. Proses ini dikenal sebagai gravitational perturbation, atau sebuah pertukaran momentum bersudut tajam.

Para astronom telah mendeteksi planet extrasolar, atau planet di luar sistem tata surya kita, sejak 1995, tapi baru sedikit yang telah ditemukan.

http://www.todaypos.com/tahukah-anda-mengapa-sejumlah-planet-berputar-terbalik.html

Friday, May 20, 2011

Ilmuwan Temukan 10 Planet Baru di Galaksi Bima Sakti



Ilmuwan Temukan 10 Planet Baru di Galaksi Bima Sakti – Wellington: Sepuluh planet baru “mengambang” melalui galaksi ditemukan tim astronom internasional yang dipimpin ilmuwan Selandia Baru. Kesepuluh planet berukuran Jupiter itu merupakan penemuan baru dalam sejarah Galaksi Bima Sakti. Penemuan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan ilmuwan komputer Universitas Massey, Wellington, Australia.

“Mereka planet raksasa di galaksi kita, sekitar ukuran Jupiter. Ternyata selam ini kesepuluh planet tersebut berada di suatu tempat di antara kita dan bintang-bintang,” kata Ian Bond, seorang Astro Fisika, belum lama ini. Planet-planet itu diyakini berjarak sekitar dua-pertiga dari pusat galaksi, berjarak sekitar 25.000 tahun cahaya.

Jika mereka terlihat dengan mata telanjang, planet-planet itu akan menjadi gelap gulita, karena mereka tidak memancarkan cahaya. Planet baru ini bisa saja dikeluarkan dari sistem surya karena pertemuan gravitasi dekat dengan planet lain atau bintang. Kemungkinan besar planet baru tumbuh dari keruntuhan bola gas dan debu, tapi tak memiliki massa untuk menyalakan bahan bakar dan menghasilkan cahaya bintang sendiri.

Temuan itu menyebabkan para peneliti beraharap planet mengambang bebas seukuran Bumi yang dapat mendukung kehidupan. Meskipun hingga saat ini kemungkinan itu kecil, planet semacam itu belum terdeteksi.

http://www.todaypos.com/ilmuwan-temukan-10-planet-baru-di-galaksi-bima-sakti.html

Saturday, May 7, 2011

Wah, Asteroid Sebesar Pesawat Melintasi Bumi


California - Para astronom menyiapkan alat guna mengamati asteroid raksasa seukuran pesawat. Asteroid ini akan melintasi bumi dengan jarak sangat dekat. Seperti apa?

Space.com melaporkan, sebuah asteroid seukuran pesawat akan melintasi bumi dengan jarak lebih dekat dari bulan. Namun media itu memastikan, asteroid itu tidak berpotensi mengancam Bumi.

"Tak ada bahaya tabrakan saat asteroid 2005 YU55 mencapai jarak terdekat dengan bumi 8 November mendatang,” ungkap para astronom itu.

Jarak terdekat lintasan asteroid ini diperkirakan mencapai 324.604 kilometer dari Bumi, lanjutnya.

Pada titik terdekat itu, para astronom mengaku menjadi bisa mempelajari asteroid tersebut dengan lebih baik.

“Biasanya, obyek angkasa yang melintasi Bumi berjarak cukup jauh. Namun, dengan jarak sedekat ini, perangkat sains di Bumi bisa mengamati dengan baik,” papar ilmuwan Jet Propulsion Laboratory milik NASA Barbara Wilson, di Pasadena, California.

Asteroid 2005 YU55 ditemukan para astronom University of Arizona di Tucson pada 2005.

http://id.berita.yahoo.com/wah-asteroid-sebesar-pesawat-melintasi-bumi-181800165.html

Monday, January 24, 2011

9 Tempat Paling Ekstrim di Tata Surya Kita

Tertinggi, terdalam, terpanas, teraneh. Sistem tata surya kita merupakan tempat berbagai kondisi ekstrim. Dalam bukunya yang berjudul The 50 Most Extreme Places in Our Solar System, David Baker dan Todd Ratcliff memaparkan di mana saja tempat-tempat yang paling unik hingga mengerikan di tata surya. Berikut ini beberapa contohnya :

1. Planet Jupiter 
 
Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665. 



2. Europa,  bulan planet Jupiter

Europa, adalah salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi. 



3. Io,  bulan planet Jupiter
 
Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif.


4. planet Saturnus
Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi.


5.  Hyperion,  bulan planet Saturnus
Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya.



6. Planet Uranus  dan Neptunus 
Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet.


7Planet Venus
Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya


8.  Gunung Olympus , Planet Mars 
Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest.



9. Planet Mars 
Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter.

Sumber: http://januar18riandi.blogspot.com/2011/01/9-tempat-paling-ekstrim-di-tata-surya.html

Sunday, January 23, 2011

Wow, Bumi Kita Akan Segera Miliki 2 Matahari




Ini bukan kabar biasa. Sebentar lagi, bumi akan memiliki dua matahari, sebuah penggambaran yang sering dilihat di film Star Wars. Kabar menggemparkan, matahari baru akan segera muncul di langit.

Bintang superbesar warnah merah di nebula Orion, Betelgeuse, diprediksi akan mendekat dan supernova mencapai bumi sebelum tahun 2012. Bintang kedua terbesar di alam semesta ini diperkirakan kehilangan berat massa dan merupakan indikasi terjadinya gravitasi dan kolaps serta kehilangan daya dukung.

Saat itu terjadi, bumi akan memiliki dua matahari. Demikian disampaikan Dr Brad Carter, staf pengajar Fisika di Universitas Southern Queensland.

"Bintang tua ini sudah kehilangan banyak bahan bakar di bagian inti," jelas Carter. Menurutnya, bahan bakar inilah yang membuat Betelgeuse tetap bersinar dan bertahan. Namun, saat sudah kehilangan daya penunjang, bintang ini akan jatuh. Ketika ledakan hebat terjadi maka cahayanya 10 juta kali lebih terang dari matahari.

Kabar buruknya, ledakan ini bisa terjadi jutaan tahun mendatang. "Ini adalah akhir dari sejarah bintang itu dan pada malam hari akan seperti siang hari di bumi," jelas Carter. Menurutnya, ketika terjadi ledakan akan menghasilkan cahaya yang luar biasa selama beberapa pekan hingga beberapa bulan sebelum akhirnya meredup dan tak bisa dilihat lagi.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2011/01/22/wow-sebentar-lagi-bumi-memiliki-dua-matahari

Friday, January 21, 2011

Indonesia Kirim Biji Tomat Kering ke Antariksa





Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengirim biji tomat ke Jepang untuk diikutkan dalam misi penerbangan Jepang ke Stasiun Antariksa Internasional. Kapsul milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang membawa sampel tersebut akan diluncurkan dari Tanegashima, Jepang, pada Sabtu (22/1/2011).

Koordinator program dari Lapan, Ratih Dewanti, Kamis (20/1/2011) di Jakarta, mengatakan, selain Indonesia, tiga negara Asia Tenggara lain, yaitu Malaysia, Thailand, dan Vietnam, juga mengirim biji-bijian dari negerinya, antara lain biji cabai.

Pengiriman sumber hayati ini merupakan bagian dari kegiatan kerja sama multilateral Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang keantariksaan. Forum yang diprakarsai JAXA ini diikuti oleh lembaga antariksa dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, dan India.

Sampel biji tomat sumbangan dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati FMIPA Institut Teknologi Bandung seberat 100 gram atau 500-800 biji.

“Biji tomat asal Lembang ini dalam kondisi kering dan steril, lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus yang diberikan JAXA,” kata Fenny Dwianti dari institut tersebut.

Sampel akan ditempatkan di antariksa selama dua bulan. Pengembalian sampel ke Indonesia akan melalui Amerika Serikat karena wahana ruang angkasa pembawa kapsul akan mendarat di Bandara John F Kennedy, lanjut Ratih, yang juga Kepala Biro Humas Lapan.

Pengembalian sampel ke Indonesia menggunakan pesawat terbang komersial akan melibatkan pihak Kedutaan Besar RI di AS.

Libatkan sekolah

Untuk memenuhi tujuan program, sampel biji tomat akan dibagikan ke sekolah menengah pertama (SMP). Sebanyak 50 sekolah akan diikutkan pada program ini. Seleksi sekolah peserta riset akan melibatkan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Nasional.

Biji itu akan ditanam dan disandingkan dengan biji tomat yang tidak mendapat perlakuan tersebut. Tanaman hortikultura ini masa tanamnya tiga bulan.

Para siswa yang terpilih mengikuti penelitian itu di setiap sekolah kemudian diminta membuat laporannya. “Dengan mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman ini, siswa dapat mengenal dampak lingkungan antariksa sehingga terdorong untuk melakukan penelitian selanjutnya,” kata Ratih.

Penempatan biji di lingkungan tanpa pengaruh gravitasi itu, menurut perkiraan Fenny, akan memengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal itu disebabkan dalam kondisi tanpa gravitasi, sirkulasi udara secara mikroskopis pada sampel akan terhambat.

source: http://kumpulrame.com/?p=588

Thursday, January 20, 2011

Kumpulan Foto-foto Hasil Citra Satelit Indonesia Pertama




 Foto erupsi Merapi yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat (LAPAN)

Empat tahun lalu, tepatnya pada 10 Januari 2007, satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin diluncurkan ke angkasa dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, India.


Satelit pertama RI itu dinamakan Lapan-Tubsat. Ia berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 centimeter.


Meski kecil, tugas satelit ini tak bisa dianggap remeh. Lapan-Tubsat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.


Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub. Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari.


Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.


Yang membanggakan, hingga saat ini Lapan-Tubsat masih mengorbit. Ini di luar perkiraan. "Ini merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah satelit mikro karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun," kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Soewarto Hardhienata, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Selasa 18 Januari 2011.


Jika tak ada anomali, Lapan-Tubsat diperkirakan masih terus beroperasi selama beberapa tahun mendatang.


Salah satu prestasi Lapan-Tubsat adalah dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010.


Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.


"Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu ’melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi," kata Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto. 


Ingin tahu seperti apa hasil karya Lapan-Tubsat? Lihat foto di bawah ini:


Erupsi Merapi 05-11-2010 (Lapan-Tubsat)
Gambar erupsi Merapi yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat


Erupsi Merapi 05-11-2010
Gambar erupsi Merapi yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat (2)


Kawah Merapi 24 Mei 2007 (Lapan-Tubsat)
Kawah Merapi 2007 yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat


Erupsi Bromo 28 November 2010 (Lapan-Tubsat)
Foto Erupsi Bromo yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat
Bandara Biak 29 Agustus 2010 (Lapan-Tubsat)
Foto Bandara Biak yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat


Kepulauan Maluku Utara 2 Mei 2010 (Lapan-Tubsat)
Kepulauan Maluku Utara yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat


Tangkuban Perahu 28 April 2009 (Lapan-Tubsat)
Tangkuban Perahu yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat
(umi)
source: http://us.nasional.vivanews.com/news/read/199977-ini-foto-karya-satelit-pertama-buatan-ri