Wednesday, March 31, 2010

Bagaimana Memaknai Diri dan Kehidupan Melalui Kacamata Pikiran Kita




Ini ketikan gusti sendiri lho. gusti termasuk salah satu orang yang sangat mencintai teori tentang pikiran. Kita semua tahu bagaimana pikiran itu mempengaruhi kehidupan kita secara total. Artikel yang secuil ini adalah sari-sari artikel tentang pikiran yang sudah banyak gusti baca. Okelah Mulai dibaca:

sobat tahu kenapa ada orang yang merasa paling sial di dunia ini?
sobat tahu kenapa ada orang yang merasa putus asa?
sobat tahu kenapa ada orang yang sukses, sementara yang lainnya merasa tidak akan pernah bisa sukses?

jawabannya sebenarnya mudah saja, yaitu konsep mindset kita yang sudah salah...........

lalu kenapa mindset kita bisa salah seperti itu? ya pasti karena pengalaman-pengalaman hidup kita selama ini. kita tahu bahwa sesungguhnya kita diciptakan ke dunia ini dengan potensi yang sama-sama besar antara 1 dan yang lainnya. namun seiring pertumbuhan kita, kita telah ditempa antara satu dan yang lainnya untuk berbeda. dan esensi sebenarnya dari perbedaan itu adalah tentang cara berpikir kita. dan saya bisa meyakini bahwa sebenarnya kenapa kita bisa merasa sedih, senang, bangga, sombong, frustrasi dan sebagainya adalah semata-mata karena permainan pikiran. faktanya sudah terlampau banyak, dimana ada orang yang penghasilannya selangit tapi tetap merasa miskin, orang yang merasa kesepian di tengah-tengah orang banyak, orang yang merasa dihantui merasa bersalah yang sangat besar walaupun telah lama dimaafkan yang bersangkutan. logikanya di dalam hidup ini, manusia memiliki 2 kekuatan terbesar, yaitu fisik dan jiwa. tanpa kekuatan fisik orang akan kesulitan untuk menunjang kesehatan jiwa. dan tanpa kesehatan jiwa, fisik tidak lagi ada artinya.

setelah penjelasan di atas, kita mesti berpikir lebih realistis lagi bahwa sebenarnya kita lahir di dunia ini adalah untuk mencari kebahagiaan secara rohani bukan materi semata. sudah banyak pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa materi berlebih berpotensi untuk menjatuhkan kita ketimbang membahagiakan kita. kita mesti ingat bahwa tuhan memberikan kita cobaan melalui 2 paradoks, yaitu susah dan senang, kekayaan dan kemiskinan, kepandaian dan kebodohan, dsb.

untuk itu, kita mesti sadar dan mawas diri akan keberadaan pikiran kita. karena jika tidak pintar-pintar menjaga pikiran, gangguan kejiwaan bisa akan sangat dekat dengan diri anda.


source: banyak artikel

No comments:

Post a Comment