Tuesday, March 30, 2010

Fenomena Mayat Berjalan Dari Toraja


Maaf ejaan suandi karena dari sumbernya seperti ini. okelah segera dibaca:

Konon disebuah gua di desa Sillanang sedjak tahun 1905 telah ditemukan majat manusia jang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Majat itu tidak dibalsem seperti jang dilakukan orang-orang Mesir Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh. Menurut pendapat Tampubolon, kemungkinan ada sematjam zat digua itu jang chasiatnja bisa mengawetkan majat manusia. Kalau sadja ada ahli geologi dan kimia jang mau membuang waktu menjelidiki tempat itu, agaknja teka teki gua Sillanang dapat dipetjahkan. Di samping majat jang anti husuk, ada pula majat manusia jang bisa berdjalan diatas kedua kakinja, bagaikan orang hidup jang tidak kurang suatu apa. Kalau mau ditjari djuga perbedaannja, ada, tapi tidak begitu kentara. Konon menurut Tampubolon, sang majat berdjalan kaku dan agak tersentak-sentak. Dan dalam perdjalanan itu ia tidak bisa sendirian, harus ditemani oleh satu orang hidup jang mengawalnja, sampai ketudjuan achir jaitu rumahnja sendiri. Mengapa harus demikian?

Tjeritanja begini. Orang-orang Toradja biasa mendjeladjah daerahnja jang bergunung-gunung dan banjak tjeruk itu hanja dengan berdjalan kaki. Dari zaman purba sampai sekarang tetap begitu. Mereka tidak mengenal pedati, delman, gerobak atau jang sematjamnja. Nah dalam perdjalanan jang berat itu kemungkinan djatuh sakit dan mati selalu ada. Supaja majat tidak sampai ditinggal didaerah jang tidak dikenal (orang Toradja menghormati roh setiap orang jang meninggal) dan djug supaja ia tidak menjusahkan manusia lainnja (akan sangat tidak mungkin menggotong terus-menerus djenazah sepandjang perdjalanan jang makan waktu berhari-hari), maka dengan satu ilmu gaib, mungkin sedjenis hipnotisme menurut istilah saman sekarang, majat diharuskan pulang berdjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannja didalam rumahnja sendiri. Dan bajangkan sadja, majat itu tahu arah djalan, dan tahu jang mana rumahnja! Kendati demikian masih ada satu pantangan: majat jang berdjalan itu tidak boleh disentuh. Mungkin kalau disentuh mukdjizat jang menjunglapnja dengan serta merta hilang. Wallahu'alam.

Keanehan terachir jang tidak begitu menakdjubkan adalah "ballo" (tuak) jang kalau diminum tidak memabukkan, betapapun banjak anda meminumnja. Tuak jang diramu dengan sedjenis kulit kaju ini disamping memanaskan badan djuga menambah tenaga dan memperpandjang umur. Mungkin benar djuga, karena usia penduduk disana rata-rata mentjapai 80 sampai 100 tahun. Apakah ballo akan sama mudjarabnja kalau diminum diluar Toradja, masih belum di tjoba.

 source: majalah.tempointeraktif.com

Ubur-ubur Dari Karibia, Satu-satunya Makhluk Hidup Abadi

Ubur-ubur jenis ini bisa merubah selnya menjadi ke bentuk baru yg lebih muda, cara kerjanya mirip sama punya salamander (sejenis kadal) yg bisa numbuhin kaki baru kalo semisal putus ato kegencet lemari

ubur-ubur

Karena dia ngga mati mati.. skrg penyebarannya udah ngga di karibia aja, sekarang dah sampe spanyol, jepang, italy (mo nonton bola ngkale ya)

Canggih ya, binatang ada ada aja laguannya , ga bosen apa di laut terus kwkwkwk.

oke gan sekian sharing dari ane., kalo ternyata repost ya mangapp ya gan..


Beberapa ilmuwan baru-baru ini telah menemukan semacam mikro-organisme laut yang disebut “Turritopsis nutricula”, mungkin adalah satu-satunya makhluk yang hidup abadi di dunia.

Para ilmuwan mengatakan diameter “Turritopsis nutricula” hanya 4-5 mm, organisme yang sangat kecil ini, malah mempunyai kemampuan “kembali awet muda”.

Menurut ilmuwan yang telah lama terlibat dalam penyelidikan sekitar 4.000 “Turritopsis nutricula”, hasilnya menunjukkan bahwa ubur-ubur semacam ini dapat menjadi “kembali muda” lagi, tidak ada satupun yang pernah mati karena unsur mereka sendiri. Ilmuwan menegaskan bahwa: “Turritopsis nutricula” adalah satu-satunya biologi yang ditemukan yang dapat kembali dari tahap sexual dewasa ke tahap larva.

Dalam keadaan normal, ubur-ubur setelah selesai bereproduksi akan mati, namun “Turritopsis nutricula” setelah mencapai kedewasaan sexual akan kembali ke tahap muda dan kembali memulai suatu proses kehidupan yang lain, dari teori ini dapat dikatakan siklus ini akan berulang terus.

“Turritopsis nutricula” termasuk  Hydrozoa adalah semacam organisme pemangsa dengan mikro-organisme sebagai makanan utama, menggunaan metode perambatan vegetatif, dan banyak hidup di perairan tropis, juga dapat melekat pada kapal yang berlayar ke seluruh dunia, karena volumenya  yang sangat kecil, sehingga tidak bisa dilihat apakah berdampak pada ekosistem.

Adapun bagaimana proses ajaib “Turritopsis nutricula” menyelesaikan “kembali ke muda”, misteri di dalamnya masih harus menunggu para ahli biologi laut dan genetika untuk menjawabnya.

source: http://www.koleksiweb.com/2010/03/ubur-ubur-dari-kepulauan-karibia.html
     http://cello18.wordpress.com

Surga Tersembunyi di Indonesia












Kepulauan itu dulu dijajah oleh Belanda, yang menanam pala di sana, dan untuk waktu yang lama Kepulauan Banda hampir menjadi satu-satunya sumber rempah-rempah di dunia. Diperkirakan bahwa Belanda menjual pala tersebut senilai lebih dari satu juta gulden yang didapat dari semua pulau-pulau kecil ini.

Sebagai Kepulauan hasil jajahan Belanda, pulau-pulau yang indah ini dihiasi dengan rumah-rumah kolonial Belanda, banyak di antaranya telah selamat dari jajahan berkat lokasi pulau terpencil. Terlebih lagi, mereka diberkati dengan pemandangan yang paling menakjubkan, terutama gunung berapi yang disebut Gunung Api (Fire Mountain), yang memiliki interior laguna yang indah.

Saya juga pergi ke pulau-pulau di sebuah tempat kecil bernama Ambon dan melakukan perjalanan melalui kepulauan sebagai bagian dari ekspedisi yang terdiri dari 5 orang. Kami memasak dan tidur di perahu. Namun, jika Anda mencari akomodasi, saya dapat merekomendasikan Hotel Maulana (0062 910 21022). Masakan lokalnya sangat baik. Cukup nikmat, ikan-ikan yang lezat dan buah-buahan tropis - pisang, durian, mangga yang lezat.

Cuaca yang paling bagus untuk berkinjung adalah dari bulan September sampai April, ketika laut tenang, dan di saat beberapa bagian di timur jauh sana mempunyai reputasi sebagai wilayah yg mudah utuk tindakan pembajakan, menurut pengalaman saya Kepulauan Banda cukup aman.

Jika Anda pergi berlayar di sekitar pulau,anda akan mengagumi dan melihat betapa mengagumkannya satwa liar setempat, dapat mengunjungi perkebunan pala dan pergi menyelam - menikmati karang-karang yang paling indah, belum lagi air yang paling jernih di mana Anda bisa mandi.

Menuju kesana mungkin membutuhkan perencanaan yg matang, namun tempat ini bena-benar surga dunia. Disini hanya akan terdapat beberapa turis saja, dan ini merupakan salah satu tempat dramatis, dan terindah di planet ini.

source: http://membahas.blogspot.com/2010/03/surga-tersembunyi-di-indonesia-yang.html

Historia Docet di Kepulauan Seribu



Cantiknya fajar di Kepulauan Seribu.
Cantiknya fajar di Kepulauan Seribu.

Serangan Inggris tak tertahankan oleh Belanda. Setelah melalui serangkaian blokade ketat, Inggris melancarkan serangan mematikan. Sontak seluruh bangunan pertahanan Belanda luluh. Belanda tersungkur, hancur.

Ini bukan cerita sepakbola. Ini terjadi pada 8 November 1800 di Pulau Onrust, Jakarta (lihat Jejak Perang di Pulau Onrust). Di tengah kemelut perang Eropa, keduanya bertarung di pulau yang berada di Kepulauan Seribu ini. Dan saya yang melihat puing-puing bangunannya sedikit banyak dapat merasakan apa yang telah terjadi.

Setelah gagal dalam upaya memonopoli perdagangan di Banten, Persatuan Dagang Belanda di Hindia Timur atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) merasa Jakarta adalah lokasi strategis untuk usaha perdagangan. Pada 1610, melalui L. Hermit, Belanda menjelaskan kepada Pangeran Jayakarta bahwa kapal-kapalnya yang berlayar ke Asia, yang melakukan perjalanan panjang, sering memerlukan perbaikan kapal. Untuk itu Hermit menjalin kerjasama dengan Pangeran Jayakarta bahwa Belanda diperbolehkan mengambil kayu untuk keperluan tersebut. Dan Pulau Onrust, yang memiliki luas 12 hektar dan berjarak 14 kilometer dari Jakarta, adalah pulau yang dipilih untuk membuat sebuah galangan kapal di Teluk Jakarta.

Kesibukkan kapal dan seluruh aktivitasnya membuat pulau ini disebut Onrust yang berarti “tanpa istirahat”. Onrust juga memiliki similaritas bunyi dengan kata Inggris, yakni un-rest, yang juga memiliki makna serupa. Dan memang pulau ini begitu sibuk. Tidak saja sebagai tempat pembangunan dan perbaikan kapal, tetapi juga menjadi tempat bongkar muat kapal dagang orang-orang VOC yang berisi beras, gula, atau rempah-rempah. Kesibukan aktivitas kapal di Pulau Onrust membuat pulau ini disebut juga dengan Pulau Kapal.

Setelah itu, Jan Pieterszoon Coen, yang kelak menjadi Gubernur Jenderal (ada yang menyebut istilah yang benar adalah Duta VOC) periode 1618-1623, mengharapkan Onrust tidak saja menjadi sebuah galangan kapal dan koloni, tetapi juga menjadikannya sebagai pulau pertahanan. Ini dilakukan disaat ancaman dari Banten dan Inggris mulai meninggi.

Suasana memasuki Pulau Onrust.
Suasana saat memasuki Pulau Onrust.

Dan sejak 1615, pulau ini memang bertambah fungsi sebagai sebuah koloni dan basis pertahanan Belanda. Di sini saya masih bisa menemukan sisa-sisa sebuah benteng kecil yang dibuat pada 1656. Benteng ini merupakan pos pertahanan terdepan untuk melindungi Batavia.

Namun, persaingan Inggris dan Belanda membuat keduanya senantiasa dalam ketegangan. Setelah penyerangan Inggris yang menghancurkan bangunan yang dibuat Belanda di Pulau Onrust tadi, Belanda berhasil membangunnya kembali pada 1803.

Hanya saja, untuk kali kedua, tujuh tahun kemudian, Inggris kembali menghantam Belanda di Pulau Onrust. Armada Inggris menggempur habis dan memusnahkan semua bangunan Belanda. Penggempuran terakhir yang dipimpin oleh Admiral Edward Pellow ini menghancurkan sarana dan prasarana Pulau Onrust.

Tapi Belanda tak patah arang meski sudah dua kali digempur. Usai penghancuran terakhir, Belanda kembali membangun Pulau Onrust, bahkan lebih lengkap dengan membangun sebuah pelabuhan yang terbuat dari beton pada 1823. Dan ia menjadi pelabuhan yang punya peran cukup signifikan dalam perdagangan.

Tapi, Onrust tidak saja dibangun kembali, tetapi juga difungsikan sebagai pangkalan Angkatan Laut Hindia Belanda. Dan pada 1848, pulau ini menjadi pangkalan armada laut Kerajaan Belanda.

Namun, peran strategis Onrust mulai menyusut ketika Tanjung Priok dijadikan pelabuhan. Dan pada 1883, pangkalan angkatan laut ini pun hancur oleh  gelombang tidal akibat letusan Gunung Krakatau.
Pagi hari di Benteng Mortello Pulau Bidadari.
Pagi hari di Benteng Mortello Pulau Bidadari.
Pada 1911, Belanda kembali membangun Pulau Onrust. Hanya saja, kini fungsinya beralih menjadi penjara dan pos karantina penyakit lepra, malaria, lepra, kusta, tuberculosis (TBC), dan penyakit-penyakit tropis lainnya. Ketika orang-orang yang menderita penyakit tersebut dipindahkan ke Onrust, hal tersebut bukan dimaksudkan untuk penyembuhan, melainkan hanya sekedar upaya isolasi agar tak menyebar. Sebab, pengalaman dan pengetahuan dokter-dokter Belanda masih sangat kurang mengenai penyakit khas tropis.

Selain itu, Onrust sempat pula difungsikan sebagai karantina haji yang dapat menampung 3.500 jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, Mekah. Ketika pecah perang antara Jerman dan Belanda pada 1939, pulau ini pun pernah dipakai Belanda sebagai tempat pembuangan tawanan. Sejumlah tahanan politik dan yang dianggap kriminal dieksekusi mati oleh penguasa Belanda.

Pulau Onrust, konon, juga pernah menjadi persengketan antara Kerajaan Banten dengan Jayakarta. Sebelum Belanda memasuki dan menguasai pulau-pulau yang tersebar di kawasan Kepulauan Seribu, raja-raja Kesultanan Banten telah menggunakan pulau-pulau tersebut untuk dijadikan daerah peristirahatan keluarga raja. Artinya, Banten telah lebih dulu melakukan penguasaan efektif (effective occupation) terhadap Pulau Onrust.

Kesejukan Pulau Onrust memang masih dapat saya rasakan. Udara yang sejuk. Pepohonan yang merindang. Dan pantai yang bersih. Jadi bisa saja cerita Onrust sebagai tempat peristirahatan keluarga raja Banten benar adanya. Entahlah. Yang jelas, yang tersisa kini hanyalah reruntuhan sejarah. Keping-keping bangunan dari rumah sakit, gereja, sel penjara, tempat penggantungan narapidana, barak-barak perumahan, kuburan Belanda, sisa-sisa kincir angin, ruang bawah tanah, dermaga, dan sisa-sisa pondasi meriam seolah menjadi potongan-potongan kecil dari cerita besar.

Tak jauh dari Pulau Onrust, kita bisa menemukan Pulau Cipir atau Pulau Khayangan. Pulau yang memiliki luas sekitar 6 hektar ini berfungsi seperti “bayangan” Pulau Onrust. Jika ada barang yang tak muat ditampung atau jumlah pasien yang berlebih, maka Pulau Cipirlah yang akan menampungnya.

Pondasi Jembatan Ponton yang menghubungkan Pulau Onrust dan Pulau Khayangan.
Pondasi Jembatan Ponton yang menghubungkan Pulau Onrust dan Pulau Khayangan.
Di pulau ini juga ada bangunan berdiameter kurang dari 4 meter yang menjadi tempat tawanan diadu hingga mati saat Jepang menjajah Indonesia. Semakin banyak tawanan yang tetap hidup, semakin banyak makanan yang harus disediakan. Karena itulah jumlah tawanan “dikurangi”.

Berbelok ke arah kiri bangunan gladiator ala Jepang tersebut, saya melihat kompleks makam Belanda. Salah satu makam yang terkenal adalah makam Maria Van Der Lende. Maria adalah putri penguasa Pulau Onrust yang juga istri seorang perwira VOC. Ia meninggal pada usia 28 tahun karena malaria. Kata masyarakat setempat, di antara pohon-pohon kering, Maria masih sering bermain ayunan dengan gaun merah.

Di ujung Pulau Khayangan, saya melihat ada beberapa pondasi Jembatan Ponton. Peninggalan bersejarah ini diperkirakan telah ada sejak 1911. Saat air laut surut, nampak susunan batu bata merah yang menjadi pondasi jembatan kecil ini. Dulunya, jembatan ini digunakan untuk menerima kedatangan para jemaah haji yang akan dikarantina.

Satu pulau bersejarah lainnya adalah Pulau Kelor. Tapi sayang, saya tak diperbolehkan menyinggahinya. Saat itu air laut sedang pasang, dan itu membuat kapal tak dapat bersandar dengan aman dikarenakan posisi pantai yang tak lagi landai.

Benteng Mortello di Pulau Kelor.
Benteng Mortello di Pulau Kelor.

Dari penuturan pemandu, nama lain pulau ini adalah kerkhoff‘ (kuburan), dan yang lain menyebutnya berasal dari kata killer. Namanya memang cukup horor. Tapi sejarahnya memang demikian. Di sinilah Belanda kerap membuang mayat. Dan orang-orang di sekitar sini mengaku beberapa kali telah menemukan kerangka manusia.

Pulau kecil dengan luas tiga hektar ini menjadi pertahanan pertama Belanda sebelum membangun pertahanan di pulau lain. Benteng Mortello (lingkaran) yang ditemukan di pulau ini pun menjadi saksi bisu awal masuknya Belanda. Secara arsitektural, bentuk benteng semacam ini diperkenalkan sekitar empat abad lalu oleh Perancis. Fungsinya adalah menjadi menara pengawasan. Namun oleh Belanda ia juga difungsikan sebagai benteng pertahanan.

Bangunan Benteng Mortello yang masih berdiri di Pulau Kelor kini hanya menyisakan ruang bagian tengah. Dinding lingkar luarnya telah porak poranda akibat gelombang tidal dari letusan Gunung Krakatau. Pemandu menduga Benteng ini memiliki terowongan bawah tanah yang tersambung ke Stasiun Tanjung Priok dan juga ke Benteng Mortello yang terdapat di Pulau Bidadari.

Dan ketika menginjakhentakkan kaki di Benteng Mortello - yang juga ada di - Pulau Bidadari, dari bunyinya saya memang seperti merasakan adanya ruang kosong di bawah tanah. Menurut banyak pihak, ruang tengah banteng, yang kini berbentuk kolam, adalah terowongan menuju Benteng Mortello di Pulau Kelor dan benteng yang terdapat di Stasiun Tanjung Priok.

Saat ditemukan pertama kali, Benteng Mortello di Pulau Bidadari tidak memiliki pintu masuk. Untuk itu, pihak Pulau Bidadari Resort, sebagai salah satu pihak yang ikut merawat peninggalan bersejarah yang dibangun pada 1898 ini, berinisiatif membuatkan tangga khusus bagi para pengunjung yang ingin masuk dan melihat desain bangunan benteng pengintai ini dari dalam. Benteng yang terbuat dari bata merah dan berbentuk bulat dengan diameter mencapai 23 meter serta ketebalan dinding 2,5 meter ini memiliki jendela besar dan kecil pada dinding-dindingnya.

Benteng Mortello di Pulau Bidadari.
Benteng Mortello di Pulau Bidadari.

Saat ini benteng bundar tersebut dalam kondisi rusak parah. Dan disebutkan oleh pemandu, ia juga mengalami penjarahan oleh rakyat pada 1960-an.

Seperti Pulau Khayangan, Pulau Bidadari juga merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust. Namun, jika Khayangan lebih berfungsi sebagai penyimpanan barang, maka Bidadari berfungsi sebagai tempat orang-orang sakit. Pada 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit khusus lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Hal ini membuatnya disebut sebagai Pulau Sakit. Pulau ini sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai 1970. Pada masa kepemimpinan gubernur Ali Sadikin, pada awal 1970-an, PT. Seabreez mulai mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata. Sejak itulah pulau ini pun berganti nama menjadi Pulau Bidadari.

source: http://wisataloka.com/kultur/historia-docet-di-kepulauan-seribu/

Peserta UN Tewas Tertimpa Pohon



HALMAHERA - Seorang siswi peserta ujian nasional (UN) pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN1 ) Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, tewas tertimpa sebuah pohon.

Salah seorang siswi peserta UN kelas tiga harus di larikan ke Rumah Sakit Umum Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, karena kondisinya kritis setelah tertimpah pohon tumbang. Yulianti Dalipe, siswi 14 tahun ini awalnya meminta izin keluar mengambil sesuatu di seberang jalan luar sekolah sebelum pelaksanaan UN dimulai. Tiba-tiba, pohon yang berdiameter 60 centimeter yang berada di depan sekolah tersebut tumbang dan menimpa korban yang saat itu sedang melintas di ruas jalan tersebut.

Mendengar bunyi pohon tumbang tersebut, pihak sekolah panik dan berhamburan keluar sekolah untuk melihat kejadian tersebut. Namun  salah seorang guru menemukan ada seorang siswi dalam puing, dan dalam keadaan terjepit. Melihat kejadan ini, para guru dibantu warga sekitar melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah satu jam menjalani perawatan, korban akhirnya tewas.

Reni, seorang guru pada sekolah tersebut yang saat kejadian sempat menolong korban untuk diselamatkan dari reruntuhan pohon besar menjelaskan, saat itu korban dalam posisi terjepit pohon, hingga pihak dewan guru maupun warga sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban. Yuli yang tinggal dua hari lagi menyelesaikan ujian nasional ini, mengalami luka patah di tangan dan bagian kepala mengalami luka robek.

Sementara Kapolres Halmahera Selatan  AKBP Achmad Mustafa, membenarkan kalau korban awalnya meminta izin keluar untuk mengambil sesuatu. Namun saat melintas ruas jalan di depan sekolah, tiba-tiba pohon besar tumbang dan menimpa tubuh korban.

source: http://www.klikp21.com/nusantaranews/8161-peserta-un-tewas-tertimpa-pohon

Bentuk-bentuk Sushi Yang Menarik

Berikut adalah bentuk-bentuk sushi yang mempunyai bentuk-bentuk yang unik ;)
Sushi Art buatan chef Ken Kawasumi
Seorang Koki di Jepang "Ken Kawasumi" membuat sushi berbentuk bunga matahari
Sushi Art
Karya Sushi lainnya Dari Chef Ken Kawasumi
Sushi Art 2
Macam-macam Sushi bermotif Bunga
Sushi Bergambar Pokemon ^^
Sushi Bergambar Pokemon ^^
Microsoft Sushi??
Microsoft Sushi??
Sushi Bunga plus akarnya XD
Sushi Bunga plus akarnya XD
Dragon Sushi ...mmm,cape juga ya buatnya?
Dragon Sushi ...mmm,cape juga ya buatnya?
Mari kita makan Sushi ^^
Mari kita makan Sushi ^^
Mao lihat bagaimana chef Ken Kawasumi Men demo kan Sushi-nya?…liat aja video berikut ;)



source: http://japanlands.com/bentuk-bentuk-sushi-yang-unik/

Pasangan Suami Istri Pecinta James Bond Sejati



Pasangan suami istri ini menghabiskan 3000 euro untuk merubah halaman depan rumahnya menjadi james bond film set.

Simon dan Anggie mendesain ini untuk merayakan tahun baru lalu, namun mereka memutuskan untuk tidak membongkarnya sampai pesta tahun baru yang akan datang.

Diantara manekin bond juga ada manekin penjaga perbatasan jerman timur, mereka mendapatkan seragamnya di eBay.

Juga ada roket dan gantole lengkap dengan BOND nya.

Spoiler for pic:









source: http://batbitunique.blogspot.com/2010/03/pasangan-suami-istri-pecinta-james-bond.html